fbpx
0
Perspektif

Buffett’s Simple Secret Untuk Mendapatkan Income 50% Per Tahun

By October 14, 2019 No Comments

Joeliardi Sunendar, 2013.

Artikel ini dipublikasikan pada tanggal 14 Oktober 2019.

WELL, NOT REALLY A SECRET. BUT, YES IT IS SO SIMPLE.

Foto lama ini, ketika saya mengikuti RUPS Berkshire 6 tahun lalu, mendorong saya menunjukan contoh, bahwa apa yang dilakukan Buffett untuk menghasilkan pendapatan 50% per-tahun is not really a secret. And yes, it’s so simple.

Apa yang dilakukannya, dapat diduplikasi di berbagai pasar modal, termasuk BEI. Bahkan sudah ada contohnya di di BEI, yang akan dibahas di bawah nanti.

Terdapat 2 faktor dalam formula ini. Faktor pertama, adalah waktu.

Setiap orang saat ini sudah memiliki waktu. Dan waktu yang dimiliki setiap orang sama : 24 jam sehari. Berkaitan dengan soal investasi, maka setiap investor harus memutuskan, apa yang akan dilakukan dengan waktu yang dimilikinya itu.

Apakah mereka akan menggunakannya untuk sibuk melihat pergerakan harga saham setiap saatnya?. Atau membiarkan waktu itu berjalan untuk terjadinya keajaiban penggandaan?

Setelah memutuskan soal waktu (Faktor Pertama), investor harus memutuskan pilihan yang terkait Faktor Kedua, yaitu memilih saham yang bisa menjadikan mereka mendapatkan penghasilan 50% per-tahun.

Apa yang ditunjukan dalam foto itu, Coca Cola, yang menjadi bagian dari portfolio Berkshire Hathaway, dapat digunakan sebagai contoh untuk menemukan perusahaan seperti ini. Mari kita lihat.

Stock Market Crash menghantam berbagai bursa dunia pada tahun 1987. Karena kecilnya pasar modal Indonesia saat itu (Market Cap hanya sekitar Rp 100 Milyar), dampaknya tidak terlalu berasa di Indonesia.

Seperti biasa, kepanikan pasar juga membuat rontok harga saham perusahaan-perusahaan yang baik. Kondisi seperti ini merupakan kondisi yang sangat ideal bagi Buffet melakukan pembelian. Dengan adanya crash itu, untuk pertama-kalinya Buffett membeli saham Coca Cola.

Sejak melakukan pembeliannya di tahun 1987 itu, tidak ada satu lembar sahampun yang dijualnya. Termasuk beberapa pembelian yang dilakukannya setelah 1987, total investasi yang ditanamkan pada saham Coca Cola ini. mencapai angka USD 1.29 Milyar.

Dengan jumlah kepemilikan saham sebesar 400 Juta lembar (stock-split adjusted), harga beli rata-rata saham ini sekitar USD 3.25. Dengan harga saham Coca Cola sekarang ini, dana investasi USD 1.29 Milyar itu sudah menjadi USD 21 Milyar.

Peningkatan nilai investasi sebesar 1,600% ini, meski sangat luar biasa, bukan merupakan fokus utama pembahasan kita kali ini. Perhatian kita adalah melihat karakter yang melekat pada perusahaan seperti Coca Cola ini, yang memungkinkan Buffett memperoleh pendapatan 50% per-tahun.

Pilihan waktu untuk bekerjanya keajaiban penggandaan ini, bukan merupakan sebuah rahasia (secret) yang hanya dapat dipahami oleh Buffett saja. Apa yang dilakukannya itu, dapat juga dilakukan investor lainnya. Bisa diduplikasi.

Buffett memilih waktu yang panjang, agar proses keajaiban penggandaan dapat berjalan dengan baik. As simple as that.
Pertanyaan berikutnya, jenis saham seperti apa yang cocok dengan pilihan waktu di atas? Sama seperti pilihan waktu, jenis saham yang bisa dipilih juga bukan merupakan rahasia yang hanya mungkin dipahami Buffett saja. Investor seperti kita juga bisa menduplikasinya.

Ketika Buffett pertama-kali membeli sahamnya tahun 1987, Coca Cola membayar dividen sebesar USD 0.08/saham. Saat ini, dividen Coca Cola sudah mencapai USD 1.60/saham. Atas
dasar ini, maka duplikasi berikutnya yang dilakukan adalah, memilih perusahaan dengan karakter seperti Coca Cola itu.

Coca Cola selama 56 tahun terakhir, melakukan pembayaran dividen secara teratur. Setiap tahun, pembayaran dividen itu mengalami peningkatan (Buffett sendiri baru memiliki Coca-Cola dalam 32 tahun terakhir).

Di dalam 32 tahun terakhir, dividen yang diterima Berkshire dari Coca Cola sudah meningkat sekitar 2,000%, yaitu dari USD 0.08 menjadi USD 1.60 per-saham. Atau dengan istilah lain, CAGR dividen Coca Cola mencapai angka 9.81%.

Untuk mereka yang membeli saham Coca Cola sekarang ini, dividen itu setara dengan dividen yield 3%. Not for Buffett.

Untuk Buffett, nilai dividen ini sama saja dengan pendapatan sekitar 50% per-tahun. Nilai investasi Buffett pada saham ini adalah USD 3.25 per-saham, dan saat ini dapat menghasilkan dividen USD 1.60 per-saham.

Dengan kepemilikan saham sebanyak 400 Juta lembar, maka Berkshire menerima pembayaran dividen USD 640 Juta per-tahun dari Coca Cola. Dengan CAGR dividen 9.81%, maka di tahun 2028 diperkirakan dividen Coca Cola per-saham dapat mencapai angka USD 4.08 per-saham. Nilai dividen ini lebih tinggi dari dana awal investasinya, yang sebesar USD 3.25.
Dengan demikian, maka lengkap dua faktor yang diperlukan untuk melakukan duplikasi apa yang dilakukan Buffett, yaitu a) memilih pemanfaatan waktu yang tepat, serta b) memilih saham yang tepat.

Waktu yang tepat adalah, waktu yang memungkinkan proses keajaiban penggandaan dapat terjadi. Semakin panjang time frame investasi itu, maka akan semakin kuat juga bekerjanya keajaiban penggandaan itu. Inilah Faktor a).

Saham yang tepat untuk dikombinasikan dengan waktu ini, adalah saham-saham perusahaan yang dapat meningkatkan pembayaran dividen-nya secara berkala di setiap tahunnya. Inilah Faktor b).

Baik Faktor a) maupun Faktor b) merupakan hal yang dapat kita mengerti dengan mudah, dan bisa diduplikasi.

Adanya pembayaran dividen yang meningkat secara berkala, tentu dapat memberikan dampak lain untuk kenaikan harga sahamnya. Pasar tidak mungkin memakai harga yang sama, untuk perusahaan yang mampu membayar dividen USD 0.08 dan USD 1.60. Pasar tidak mungkin membiarkan harga Coca-Cola tetap saja USD 3.25. Plain and simple.

Apa lagi yang bisa dipelajari dari fenomena Coca Cola ini?

Tahun 2005, persentase kepemilikan Berkshire di Coca Cola adalah 8.3%. Tahun 2018, persentase kepemilikan saham ini sudah meningkat, menjadi 9.3%. Berkshire tidak membayar satu dollar-pun untuk peningkatan kepemilikan sekitar 12% ini.

Inilah berkah lain, yang bisa didapatkan pemilik perusahaan yang bisa menghasilkan CFO secara konsisten. Dengan CFO-nya, Coca Cola bisa melakukan shares buy-back setiap tahun.

Jumlah saham Coca Cola dalam tahun 2005 masih berjumlah 4.79 Milyar. Selama 13 tahun terakhir ini, Coca Cola sudah membeli kembali sahamnya sekitar 500 Juta lembar. Dengan demikian, jumlah saham Coca Cola sudah menyusut sebesar 12%, menjadi 4.29 Milyar lembar. Inilah yang menyebabkan persentase kepemillkan saham Berkshire di Coca Cola telah meningkat 12%, tanpa disertai adanya pembayaran apapun.

APAKAH MUNGKIN HAL INI TERJADI PADA SAHAM DI BEI?

Jawabannya bukan hanya mungkin saja. Bahkan sekarang ini telah terjadi. Terjadinya juga dengan angka yang lebih tinggi dan dalam waktu yang lebih pendek. Inilah berkah lain dari masih relatif kecilnya skala perusahaan-perusahaan di BEI.

Ketika IPO, 14 tahun lalu, dividen yang dibayarkan Bank BRI adalah Rp 8 per-saham (stock-split adjusted). Dengan nilai dividen terakhir (Rp 131), BBRI menunjukan pertumbuhan CAGR 22.1% di dalam pembayaran dividennya selama kurun waktu 14 tahun terakhir.

Bahkan dalam 2 tahun terakhir, pertumbuhan pembayaran dividen Bank ini sudah lebih tinggi dari 22.1%. Untuk tahun fiskal 2018, pembayaran dividen tumbuh 25% dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp 105 ke Rp 131.

Untuk tahun fiskal 2017, pembayaran dividen ini meningkat dengan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi, 72%, yaitu dari Rp 61 menjadi Rp 105. Meskipun dalam hal BBRI, besarnya pembayaran dividen ini lebih ditentukan oleh bisikan serta kepentingan pemerintah.

Terlepas dari semua itu, dividen sebesar Rp 131 ini, untuk mereka yang membeli Bank BRI di harga Rp 4,000 sekarang ini, angka ini “hanya” setara dengan 3% saja. Hal yang sangat berbeda untuk mereka yang membelinya saat IPO BRI.
Mereka yang sudah menjadi investor BRI dalam 15 tahun ini (Ingat Faktor a, soal waktu), nilai dividen sekarang ini sudah lebih tinggi dari nilai investasinya (Rp 90). Dividen Rp 131, setara dengan pendapatan tahunan 145%. Pendapatan rutin ini. diharapkan akan semakin tinggi lagi persentasenya pada tahun-tahun mendatang, dengan semakin tingginya dividen yang dibayarkan Bank ini.

Perusahaan yang dapat meningkatkan pembayaran dividen-nya dari Rp 8 menjadi Rp 131, tidak mungkin harganya tidak meningkat. Kombinasi waktu dan saham yang tepat – simple formula yang selama ini dilakukan Buffett – menawarkan the best of two worlds : high-yield income seiap tahunnya, serta peningkatan nilai harga sahamnya (capital gain).

Secret? I don’t think so.
Simple? I would say so.

Disclaimer On.

sahamku

sahamku

Sahamku.id adalah platform edukasi investasi saham. Hadir dengan visi "Empowering Inidividual Investor", Sahamku.id ingin membantu lebih banyak investor individu bisa meraih sukses di pasar modal.

Leave a Reply