0
Perspektif

Kata Siapa High Return Mengharuskan Kita Mengambil High Risk?

By March 6, 2019 No Comments

Sahamku – $IHSG Berkaitan dengan catatan saya sebelumnya di Stockbit tentang PME, yang juga menyinggung soal option-trading,  @jabied mengajukan pertanyaan berikut ini kepada saya, “Apakah bisa ditunjukan untuk kami-kami yang sudah punya account di platform luar, dan bisa bertransaksi Option Pak?. Sangat berharap bisa ditunjukan caranya”. https://stockbit.com/post/2276568

Saya akan coba menunjukan caranya bagi mereka yang sudah memiliki platform option (non-BEI). Tetapi, supaya lebih adil, untuk mereka yang belum memiliki platform non-BEI, saya juga akan menunjukan apa yang dapat dilakukan dengan PME ini. Tujuannya sama seperti option-trading, yakni untuk  dapat memperoleh extra-income, atau meningkatkan CAGR-nya. Dengan risiko yang sangat rendah.

Melakukan option-trading, atau memanfaatkan PME (untuk dapat menghasilkan extra-income, atau meningkatkan CAGR), sebetulnya jauh lebih simpel dibanding yang sering Anda baca atau dengar. Memang, untuk mereka yang pengertian soal (Buy/Sell) Put dan Call saja masih ketuker-tuker, tambahan istilah-istilah seperti straddle, strangle dan semacamnya bisa membuatnya semakin pening.

Namun percaya saya, option-trading, atau memanfaatkan PME ini, tidaklah perlu membuat kening Anda berkerut. Anda abaikan istilah-istilah itu. Biarkan saja hal itu menjadi hafalan para ahli.

Di catatan tanggal 28 Februari di atas, saya sudah menulis contoh tentang satu rumah seharga Rp 1 Milyar, yang ingin Anda beli. Apabila terkait keinginan Anda untuk membeli rumah itu, Anda dapat menjawab pilihan mana dari 1) dan 2) di bawah ini, yang menurut Anda merupakan pilihan investasi yang lebih baik (bisa memberikan return lebih tinggi, dan risiko yang lebih rendah), maka Anda sudah paham tentang Option. Mari kita lihat pilihannya di bawah ini.

  1. Karena Anda sudah melakukan penelitian yang diperlukan tentang rumah yang akan dibeli, sehingga hati Anda sudah bulat untuk membelinya pada harga Rp 1 Milyar, maka Anda memutuskannya untuk membeli hari ini di harga Rp 1 Milyar.
  2. Ketika Anda mau membayar harga pembelian rumah itu, pemilik rumah memberitahu Anda :”Pak/Bu, bagaimana kalau 3 bulan lagi saja saya jual rumah ini kepada Bapak/Ibu, dengan harga yang sama seperti sudah kita sepakati (Rp 1 Milyar). Dengan kesepakatan ini, Bapak/Ibu tidak perlu membayar apapun. Malahan saya akan berikan uang tunggu untuk Bapak dan Ibu sebesar Rp 30 Juta. Uang yang saya berikan hari ini, bisa langsung dipakai. Terserah mau dipakai apa, sudah langsung menjadi hak Ibu dan Bapak kok. Tiga bulan kemudian, apabila saya datang kepada Bapak/Ibu untuk menjual rumah ini, Bapak/Ibu berkewajiban membelinya di harga yang sudah disepakati, Rp 1 Milyar. Tetapi jika saya tidak datang lagi pada Bapak/Ibu di dalam 3 bulan ini, Bapak/Ibu tidak memiliki kewajiban apa-apa lagi. Uang Rp 30 Juta juga tidak perlu dikembalikan lagi, karena uang itu memang sudah milik Bapak/Ibu.”

Pastikan dulu, Anda dapat menjawab dengan benar, mana diantara kedua opsi di atas, yang merupakan pilihan yang paling baik. Di antara kedua pilihan itu, mana yang “risiko”-nya paling kecil, dan memberikan imbalan lebih tingggi (kombinasi low-risk and high-return). Soal besarnya uang tunggu, Rp 30 Juta, maupun masa tunggu, bisa saja berlainan. Bisa 1, 4, 6, 8, 9 maupun 12 bulan, bahkan bisa lebih dari 1 tahun. Sementara abaikan dulu soal itu.

Kalau Anda sudah pasti, dan yakin, bahwa Anda memilih dengan benar pilihan di atas (1 atau 2), coba Anda bayangkan apabila kata rumah diganti dengan saham, yang ada di dalam Tabel di bawah ini.

Tabel di bawah ini, berisikan nama-nama saham yang ditulis dalam catatan saya di Stockbit, di awal Januari 2019 dengan judul OPPORTUNITY DI MAJOR STOCK-EXCHANGES, saat terjadinya koreksi besar di Kwartal IV/2018, khususnya dalam bulan Desember 2018. https://stockbit.com/post/2124493

Saya kutip sebagian catatan saya di atas, “Terjadinya koreksi di beberapa major stock-exchanges, menimbulkan minat saya untuk membuka kembali catatan-catatan saya yang berkaitan dengan beberapa perusahaan yang pernah menjadi bagian dari portfolio saya. Dengan membuka catatan-catatan itu, saya terdorong untuk menginisiasi kembali sejumlah posisi pada sejumlah perusahaan di major stock-exchanges dalam tahun 2019 ini”. “Saya bisa mengatakan, bahwa koreksi yang terjadi di Amerika dan Eropa di atas, merupakan koreksi sistematis. Koreksi ini menawarkan kesempatan yang jarang terjadi”.

Bagi mereka yang ingin melihat alasan, mengapa nama-nama di atas menjadikan saya tertarik kembali memasukannya kedalam portfolio saat itu, dapat membaca catatan saya tersebut.

Ada dua kolom Price dalam Tabel, yaitu Price YE 2018, yang menunjukan harga ketika saya menulis tentang perusahaan-perusahaan tersebut, akhir tahun 2018. Sementara Current Price, menunjukan harga sekarang (akhir Februari 2019).

Karena sekarang Anda sudah mengetahui harga dari masing-masing perusahaan 2 bulan kemudian (harga di akhir Februari 2019), maka apabila ditanyakan apa yang Anda akan lakukan di akhir tahun 2018 kemarin, boleh jadi Anda akan bias. Jika Anda sudah tahu dengan pasti berapa harga perusahaan 2 bulan berikutnya (seperti sekarang), tentu Anda dengan mudah Anda melakukan pilihan.

Namun, jangan pernah lupa, bahwa pada saat itu tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi dengan harga perusahaan tersebut 2 bulan kemudian. Oleh karena itu, hendaknya Anda buang jauh-jauh angka di Current Price dari pikiran Anda (Current price ini akan kita gunakan untuk exercise berikutnya). Hanya ada harga tanggal 28 Desember 2018 dalam pikiran Anda. Lebih bagus lagi, apabila Anda juga masih ingat headlines beragam media yang mencerminkan kecemasan di berbagai bursa dunia ketika itu.

  Dengan membuang jauh-jauh harga-harga saham yang terjadi 2 bulan kemudian (harga sekarang ini), ambil sebuah perusahaan, yang akan dipergunakan sebagai contoh, dan bisa Anda gunakan untuk dapat memahami option trading. Kita bisa memakai Facebook, misalnya, yang di dalam catatan saya ketika itu dihargai USD 131.09.

Jika Anda memakai padanan soal pilihan 1) dan 2), pada saat harus memutuskan membeli rumah di atas, apa yang Anda lakukan ketika Anda melihat bahwa pasar saat itu (akhir 2018) menawarkan Facebook di harga USD 131.09?.

Apabila Anda membaca uraian saya khusus tentang Facebook di tulisan itu, saya kira Anda sepakat dengan assessment saya, bahwa dengan harga itu, saya kutip, “Facebook adalah growing company yang dapat Anda peroleh dengan memakai metrik value investing”.

Dengan perkataan lain, saya merasa nyaman untuk membeli Facebook pada saat itu, di harga USD 131.09. Kondisi ini sama dengan saat Anda menyatakan, bahwa Anda merasa nyaman untuk membeli rumah yang sudah Anda sukai itu, dengan harga Rp 1 Milyar.

Bagaimana menempatkan soal ini di dalam context pilihan 1) dan 2) ketika Anda membeli rumah di atas?

Keputusan 1) yaitu Anda langsung membeli rumah itu, dengan harga Rp 1 Milyar karena Anda sudah nyaman; sama halnya jika saya memutuskan membeli saham Facebook di harga USD 131.09, dengan berbagai alasan yang sudah saya uraikan di catatan itu.

Namun, sama halnya dengan saat pemilik rumah mendatangi Anda, dan meminta Anda untuk menunggu 3 bulan kemudian (Pilihan #2), serta memberikan free money sebagai uang tunggu hal yang sama juga terjadi di pasar modal. Apakah pilihan lainnya di bursa, selain membeli Facebook di harga USD 131.09?. Pilihan #2 ini bisa dipilih, dengan melakukan option-trading.

Melalui option trading ini, saya bisa melakukan kesepakatan dengan pasar (alias pemilik rumah, di dalam contoh transaksi pembelian rumah Anda). Kesepakatan apa? Kesepakatan, bahwa saya akan membeli saham Facebook 3 bulan kemudian di harga USD 131.09 (bisa juga dengan harga lebih rendah dari USD 131.09).

Melalui kesepakatan seperti ini, maka saya akan memperoleh free-money, yang langsung dikreditkan ke account saya. Uang itu menjadi milik saya sepenuhnya, dan tidak perlu dikembalikan lagi.

Jika kita memakai terminologi option trading (yang tidak usah Anda hafalkan), maka apa yang dilakukan di atas itu disebut Sell Put. Jika Anda sudah memahami apa yang disampaikan di atas, maka pada dasarnya Anda sudah bisa memahami mekanisme option-trading.

Apa itu Sell Put? Dengan melakukan Sell-Put ini, maka kita berkewajiban untuk membeli saham Facebook (katakanlah 3 bulan kemudian), di harga USD 131.09 (atau kurang). Dengan kesepakatan ini, kita berhak atas premi, katakanlah USD 3, untuk setiap lembar sahamnya. Lain waktu, akan saya terangkan mengapa hal seperti ini bisa terjadi. Sekarang ini, Anda hanya perlu memahami substansi dari pengertian dan mekanismenya.

Apa benar Sell-Put ini sama-sekali tidak ada risikonya? Di atas sudah dituliskan, bahwa di harga USD 131.09, dengan segala perhitungannya, saya sudah merasa nyaman membeli Facebook. Jadi kalau mau dikatakan risiko, satu-satunya risiko saya adalah 3 bulan kemudian (akhir Maret), saya berkewajiban untuk membeli Facebook di harga USD 131.09.

Jadi, bagaimana mungkin saya menyebut ini sebagai risiko? Di harga USD 131.09 saja saya sudah nyaman kok, apalagi dengan option-trading. Melalui mekanisme option-trading, maka harga beli efektif menjadi jadi lebih murah. Harga itu tidak  lagi USD 131.09, tetapi USD 128.09 (131.09 dikurangi premi yang saya terima, USD 3). Dengan demikian, melalui mekanisme option-trading, justru risiko saya semakin kecil. Mengapa semakin kecil? Karena PRICE yang perlu saya bayarkan, untuk mendapatkan VALUE yang sama, menjadi lebih rendah.

Dalam kaitan ini, ada satu hal yang perlu diingatkan : Melakukan transaksi Sell- Put, sebaiknya hanya dilakukan untuk perusahaan-perusahaan yang menjadikan Anda merasa senang dan nyaman sebagai pemegang sahamnya.

Ketika pasar sedang cemas, tidak berarti Anda tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan free-money. Justru, ketika pasar sedang cemas, kesempatan untuk mendapatkan free-money ini makin banyak. Apakah peluang semacam ini hanya datang ketika terjadi koreksi pasar seperti Desember kemarin? No. Kesempatan ini bisa datang setiap hari, atau setiap minggu. Dengan demikian, Anda memiliki peluang untuk setiap hari mendapatkan free-money.

Ah, that’s too good to be true, mungkin begitu pikiran Anda. Mengapa hal ini saya tidak pernah dengar dari broker company saya?

Kata siapa broker company memiliki kewajiban untuk memberitahukan soal ini kepada Anda? Lagipula, jika free-money dengan risiko yang sangat kecil ini dapat mereka lakukan sendiri, buat apa membisikannya kepada Anda?. Option-trading yang lazim ditawarkannya kepada Anda, adalah option trading dengan posisinya yang bersebrangan (berlawanan) dengan apa yang lazimnya mereka (the House) lakukan. Pada saatnya nanti, Anda bisa lebih memahami soal ini.

Anda ingat penyebab krisis keuangan Amerika tahun 2008 ini? Bahkan dengan hanya melihat permukaannya saja, seperti yang digambarkan dalam film The Big Short, Anda bisa melihat perilaku big houses (investment banks) yang menjijikan itu. Bagaimana mereka membungkus mortgage securities, dengan kualitas kredit yang  sangat buruk, dan menjual produk ini kepada nasabah-nasabah-nya.

Lebih gila lagi, di saat yang sama (karena mereka sendiri tahu busuknya produk ini), mereka ini (secara institusi) kemudian melakukan short-selling atas produk ini. Bayangkan pada saat mereka memberikan rekomendasi kepada nasabahnya untuk membeli produk itu, di saat yang sama, mereka justru melakukan tindakan sebaliknya : menjual toxic product ini secara masif.

Ketika bubble meletus dan mortgage market hancur, produk mortgage-securities yang dimiliki nasabah-nasabah big-houses inilah yang harganya hancur. Dengan demikian, mereka yang memegang paper ini harus menderita kerugian besar.

Jadi sebaiknya Anda berhenti untuk berpretensi, bahwa perusahaan yang selama ini memfasilitasi investasi Anda, menempatkan Anda dalam posisi nomor 1. No 1 itu adalah kepentingan merekanya sendiri. Hal yang tentunya sangat masuk akal. Jadi mulai hari ini, Anda tahu, Anda sendiri-lah yang seharusnya menempatkan kepentingan Anda dalam posisi nomor 1. Janganlah berharap pihak lain, apalagi broker Anda, melakukannya untuk Anda.

BAGAIMANA DENGAN YANG “HANYA” BISA PME DAN BELUM BISA OPSI?

Oleh karena itu, saya tidaklah heran membaca “keluhan” @incognito222. Setelah dia membaca catatan saya soal PME di atas, dia menghubungi securities coy-nya, dan Anda bisa membaca apa yang didapatkannya.

Ternyata securities company-nya (yang disebutnya cukup besar itu) tidak dapat memberikan fasilitas PME. Hal yang sangat bisa saya mengerti. Jika free-money dapat dihasilkan lewat mekanisme PME, untuk apa menawar-nawarkan fasilitas itu kepada nasabahnya? Kenapa hal itu tidak dilakukannya saja sendiri?

Khusus untuk mereka yang fokusnya di BEI, meski mungkin seperti yang dialami @incognito222 tidak semua securities coy berminat untuk menyediakan fasilitas PME, agar bisa memahami substansi PME, kita bisa memakai contoh aktual.

Tahap 1, coba Anda bayangkan disaat pasar menghargai $BBRI di harga Rp 3,900 sekitar setahun lalu, bulan Januari 2018. Sebagian dari kondisi pasar itu mungkin bisa tercermin, dari catatan yang saya tulis di Stockbit pada bulan itu, saya kutip “………..jika kenaikan harga di bursa sudah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan EPS-nya, hal ini merupakan salah-satu tanda, bahwa pasar sedang dilanda rasa optimisme yang tinggi”.

Apabila pasar sedang bersuka-cita, valuasi perusahaan bisa mencapai harga yang menjadikan risiko kita semakin tinggi. Kenaikan harga $BBRI saat itu (45%) jauh melebihi kemampuannya di dalam meningkatkan EPS-nya (19%). Bukan karena $BBRI merupakan perusahaan favorite saya, saya bisa membelinya dengan harga berapapun. Membeli sebuah perusahaan yang baik, tetapi pada harga yang tidak baik, akan merusak CAGR kita di masa datang (Ingat Microsoft?).

Tahap 2, coba Anda bayangkan juga saham perusahaan yang sama, BBRI, sekitar 5 bulan kemudian, di bulan Mei 2018, yang mungkin dapat tergambar di catatan saya pada bulan itu, saya kutip “Buat saya, membaca berita hari ini, bahwa harga saham BBRI sudah menyentuh harga Rp 2,800, just like music to my ears. Saya memiliki peluang untuk dapat menambah kepemilikan saham perusahaan yang baik, dengan harga yang baik juga. Kombinasi yang akan memungkinkan kita untuk dapat mendapatkan imbal-hasil yang lebih dari memuaskan…….”.

Namun, sama seperti penjelasan saya tentang soal option-trading di atas, saat ini Anda sudah tahu apa yang terjadi dengan harga saham $BBRI. Dengan demikian, jika Anda harus memilih, maka Anda akan bias. Anda dengan mudah melakukan pilihan. Ketika itu, baik untuk Tahap #1 maupun Tahap #2, tidak ada seorangpun yang tahu, apa yang bakal terjadi dengan harga saham $BBRI ini. Oleh karena itu, seperti halnya dengan pembahasan option-trading, untuk memahami bagaimana kita bisa memanfaatkan PME ini, buang jauh-jauh dari pikiran Anda harga $BBRI yang terjadi saat ini. Anda hanya membayangkan, apa yang Anda tahu ketika itu, seperti dicerminkan oleh harga sahamnya.

Untuk dapat memahami opportunity yang ditawarkan PME ini, Anda bayangkan apa yang lantas Anda lakukan ketika Anda melihat terjadinya pembalikan harga $BBRI (seperti yang digambarkan di dalam Tahap 1-Tahap 2). Katakanlah saham ini sudah Anda mulai miliki sejak tahun 2015, dan dibeli dengan harga Rp 1,950.

Ketika saham itu turun, apa yang akan Anda lakukan?

  1. Menjualnya, sehingga bisa merealisasikan capital gain Anda? Capital gain 50% untuk sekitar 2 tahun, saat Anda menjual sahamnya ketika harga itu terus-menerus turun, di harga Rp 3,000, bukanlah hasil yang buruk. Kalau Anda tidak menjualnya, siapa yang bisa menjamin bahwa harganya tidak bakal terus turun ke Rp 2,000-an?
  2. Atau, karena ini merupakan saham favorite Anda, Anda pegang saja terus. Meskipun Anda mungkin tidak berterus-terang kepada teman Anda, soal rasa cemas yang Anda rasakan, setiap melihat kuotasi harganya di pasar. Anda sendiri sebetulnya menyadari, bahwa di dalam kondisi pasar seperti ini, Anda semakin sering melihat kuotasi harga di pasar.
  3. Atau, untuk mereka yang mungkin sudah menjadi pemegang saham BBRI ketika harganya Rp 1,400 (stock-split adjusted), dan saat harganya turun jadi Rp 2,800 di bulan Mei 2018, jual saja setengahnya. Bukankah dengan capital gain 100%, apabila setengahnya dijual, maka dana investasi awal sudah kembali semua. Dengan demikian, karena nilai investasi menjadi 0, maka sekarang Anda tinggal free-ride saja. Tidak ada beban lagi.

Jika keinginan Anda adalah untuk dapat memperoleh keuntungan optimum, dan dengan risiko yang kecil, pilihan a, b dan c di atas mungkin tidak bisa memenuhi keinginan Anda.

Bahkan jika cara c) yang Anda lakukan, bagaimana jika saham yang Anda jual itu dalam 1-2 bulan kemudian, dengan pulihnya koreksi pasar, mengalami kenaikan 30%-40%? Apa yang Anda lakukan itu, sama artinya dengan mengunci potensi kenaikannya di masa yang akan datang.

Option-trading, dan PME dengan sejumlah keterbatasannya, bisa membantu kita untuk dapat menjaga keuntungan yang optimum.

Dengan informasi di atas, dan contoh-contoh kasus kongkrit di beberapa major stock-exchanges (untuk option-trading) dan $BBRI (untuk di BEI), Anda pahami dulu apa yang sudah saya jelaskan di atas. Syukur-syukur, jika Anda juga sudah bisa mengetahui pilihan mana yang lebih baik.

Jika pemahamannya sudah bisa Anda dapatkan dengan baik, maka Anda dengan mudah akan dapat mengikuti contoh transaksi aktual yang dapat dilakukan, dan akan kita bahas dalam catatan berikutnya. Apabila contoh transaksi aktual bisa dimengerti, dengan langkah-langkah yang dilakukannya, maka tentu Anda sudah siap melakukan transaksi itu. Dengan demikian, bahkan tanpa perlu lagi bantuan orang lain,  Anda sudah dapat mulai mendapatkan free-money.

Kata siapa, melakukan transaksi option di bursa itu sulit? Mungkin perkataan itu datangnya dari mereka yang memang sering menyampaikan adagium berikut ini, “high-return di pasar modal, hanya mungkin didapatkan jika kita bersedia untuk mengambil high-risk”. What a m****

Disclaimer On. It’s Your Money.

 

Leave a Reply